Taman Tanjong, Ikon Wisata Baru yang Menyatukan Masyarakat Kukar dalam Ruang Publik Ramah Keluarga

NalaRNusantara-Kukar; Sejak awal 2025, wajah baru Tenggarong makin semarak dengan kehadiran Taman Tanjong, ruang publik yang kini menjadi magnet wisata unggulan bagi warga Kutai Kartanegara (Kukar) dan sekitarnya.

Dibangun oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar, taman ini bukan sekadar ruang terbuka, melainkan representasi nyata dari komitmen pemerintah dalam menyediakan ruang berkumpul yang sehat, estetik, dan inklusif bagi seluruh kalangan.

Dengan hamparan rumput hijau sintetis yang menyegarkan mata, dipadukan dengan arsitektur modern yang menambah nilai estetika, Taman Tanjong hadir sebagai ruang yang nyaman dan fotogenik.

Anak-anak bisa bermain bebas di wahana permainan yang tersedia, sementara keluarga dan komunitas bisa menikmati suasana santai sambil menjajal aneka kuliner dari pelaku UMKM yang turut meramaikan area taman.

Tak heran, setiap akhir pekan taman ini selalu dipadati pengunjung. Suasananya ramai tapi tetap terasa akrab sebuah cerminan kota yang hidup dan terhubung lewat ruang publik yang dirawat bersama.

Warga dari berbagai penjuru, baik dari Kukar sendiri maupun luar daerah, menjadikan Taman Tanjong sebagai tempat bersantai yang menyenangkan sekaligus terjangkau.

Namun, di tengah geliat antusiasme itu, masih ditemukan tantangan soal kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan.

Meski pihak pemerintah telah memasang spanduk larangan membuang sampah sembarangan dan merokok, masih ada pengunjung yang belum mematuhi imbauan tersebut.

Situasi ini menjadi perhatian bersama, terutama karena Taman Tanjong dibangun untuk dinikmati dalam jangka panjang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar, Slamet Hadiraharjo, mengingatkan pentingnya rasa memiliki terhadap taman ini.

“Pemerintah telah membangun taman ini sebagai ruang publik untuk masyarakat. Jadi mari kita bersama-sama menjaga kebersihan dan keamanannya, sehingga Taman Tanjong bisa menjadi ikon yang bersih,” ujarnya, Jumat (13/6).

Menurut Slamet, pengelolaan Taman Tanjong melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) secara terpadu.

Dinas PU dan DLHK bertanggung jawab atas perawatan fisik taman, Dinas Perhubungan mengatur sistem parkir, pelaku UMKM dibina oleh DiskopUKM, sementara aspek pengamanan ditangani oleh Satpol PP Kukar.

Kolaborasi ini membuktikan bahwa taman ini adalah wujud sinergi lintas sektor demi pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Meski tanggung jawab kebersihan secara teknis ada pada pemerintah, Slamet menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan taman sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat.

Setiap pagi, Pasukan Merah Putih dari DLHK Kukar dikerahkan untuk menyapu dan membersihkan seluruh area taman, mulai dari dini hari hingga pagi, demi memastikan kenyamanan pengunjung yang datang.

“Mari kita bersama-sama menjaga Taman Tanjong sebagai ikon wisata yang bersih. Kepada masyarakat pengunjung, saya imbau agar menjaga kebersihan. Plang larangan sudah ada, bak sampah juga sudah kami siapkan,” tutup Slamet.

Ia berharap taman ini bukan hanya menjadi tempat wisata, tetapi juga ruang edukasi sosial tentang pentingnya tanggung jawab bersama dalam menjaga fasilitas publik.

Melalui kehadiran Taman Tanjong, Pemkab Kukar tidak hanya membangun ruang fisik, tetapi juga membentuk ruang batin baru bagi masyarakat tempat berbagi tawa, beristirahat dari penat, dan belajar untuk merawat apa yang menjadi milik bersama.

Ruang publik ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintahan yang peduli bisa menghadirkan kebahagiaan melalui ruang yang terbuka dan lestari. (Fh/advv)

61 views 3 mins 0 Comments