
Kukar Dorong Pertanian Cerdas untuk Tarik Minat Generasi Muda
NalaRNusantara-Kukar; Fenomena semakin menurunnya jumlah petani muda menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar).
Di tengah kekhawatiran akan regenerasi petani, pemerintah daerah mulai melangkah lebih jauh dengan membenahi sistem pertanian agar lebih adaptif dan menarik bagi generasi masa kini.
Langkah strategis yang tengah digencarkan adalah modernisasi sektor pertanian melalui mekanisasi dan penerapan smart farming, sistem pertanian berbasis teknologi yang menjanjikan efisiensi sekaligus daya tarik baru.
Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, menilai kondisi sumber daya manusia di sektor pertanian kini berada di titik rawan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), mayoritas petani dan nelayan di Kukar berusia di atas 50 tahun. Lebih dari itu, jumlah rumah tangga petani dan nelayan pun menunjukkan tren penurunan dari tahun ke tahun.
“Ini bukan hanya persoalan data, tapi soal masa depan pertanian kita. Jika anak-anak muda enggan terjun ke sektor ini karena dianggap tidak menjanjikan, kotor, atau tidak bergengsi, maka kita harus hadir dengan solusi konkret,” ujar Sunggono pada Senin (17/07/2025).
Pemkab Kukar pun merespons cepat persoalan ini dengan mengenalkan konsep pertanian modern yang tak hanya efisien, tetapi juga akrab dengan teknologi. Pertanian cerdas dihadirkan untuk mematahkan stigma lama soal cangkul dan lumpur, digantikan dengan citra baru yakni traktor otomatis, drone pemantau lahan, hingga sistem irigasi digital.
“Mekanisasi pertanian ini bukan hanya soal efisiensi kerja, tapi juga cara kita membuat pertanian kembali seksi bagi generasi muda,” jelasnya.
Untuk mendukung gagasan besar ini, Pemkab Kukar menyediakan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta menyiapkan tenaga penyuluh lapangan seperti Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) yang akan membantu petani dalam beradaptasi dengan teknologi baru.
Bukan hanya teknologi yang dibawa, tetapi juga dukungan pembiayaan. Sunggono menjelaskan bahwa lewat Program Kredit Kukar Idaman (KKI), petani muda kini bisa mengakses modal tanpa bunga dan tanpa agunan.
Skema ini dirancang agar anak-anak muda yang ingin memulai usaha tani tidak lagi terbebani oleh kesulitan modal.
“Ini membuka ruang luas bagi mereka yang ingin memulai usaha tani dengan pendekatan modern,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa upaya ini sejalan dengan arah pembangunan Kukar tahun 2025–2030 di bawah visi Kutai Kartanegara Idaman Terbaik.
Dalam visi tersebut, pertanian ditempatkan sebagai fondasi ekonomi baru yang tidak hanya berdaya saing, tapi juga berkelanjutan.
“Penguatan sektor pertanian bukan hanya soal swasembada pangan, tapi bagian dari transformasi ekonomi Kukar yang lebih mandiri dan tidak bergantung pada sumber daya alam ekstraktif,” pungkas Sunggono. (Fh/adv)





