
Pemkab Kukar Evaluasi Serapan Anggaran Semester Pertama, Dorong Percepatan di Paruh Kedua 2025
NalaRNusantara-Kukar; Memasuki penghujung semester pertama tahun anggaran 2025, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menata langkah baru untuk mengejar target pembangunan. Dalam Rapat Koordinasi Pengendalian (Rakordal) Pelaksanaan Pembangunan Semester I yang digelar di Aula Bappeda Kukar, Selasa (22/7/2025), terungkap bahwa realisasi penyerapan anggaran masih berada di kisaran 30 persen dari total pagu yang telah ditetapkan.
Rakordal ini dipimpin langsung oleh Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, dan dihadiri para kepala perangkat daerah serta jajaran pemangku kebijakan. Suasana rapat berlangsung serius namun tetap konstruktif, mencerminkan komitmen bersama untuk memperbaiki kinerja di semester berikutnya.
Aulia menuturkan, pertemuan ini menjadi momentum penting untuk melihat sejauh mana capaian pembangunan daerah selama enam bulan terakhir. Fokus evaluasi, kata dia, meliputi aspek perencanaan, pendapatan, serta realisasi belanja yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Dari laporan tadi, kita melihat bahwa realisasi pendapatan daerah masih berada di angka sekitar 30%, demikian juga dengan realisasi belanja. Ini tentu menjadi perhatian karena butuh percepatan,” ujar Aulia kepada awak media usai memimpin rapat.
Ia tidak menampik bahwa capaian serapan anggaran tersebut masih tergolong rendah. Namun, Aulia menegaskan bahwa kondisi ini bukan tanpa alasan. Beberapa faktor eksternal turut memengaruhi jalannya program pemerintahan di awal tahun.
Salah satunya adalah persoalan penyediaan prasarana dan sarana umum (PSU) yang belum tuntas di beberapa titik. Selain itu, dinamika lapangan yang tak terduga serta adanya kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat ikut memperlambat proses pelaksanaan kegiatan.
“Kita memahami mengapa serapan anggaran sempat melambat. Banyak kejadian di luar kendali kita yang membuat program pemerintah tidak berjalan maksimal di semester pertama, seperti adanya efisiensi dari kebijakan pemerintah pusat, PSU, dan faktor lainnya,” jelasnya.
Meski demikian, Bupati Aulia optimistis bahwa paruh kedua tahun 2025 akan menjadi momen percepatan. Ia berharap setiap perangkat daerah dapat segera menyesuaikan strategi pelaksanaan program agar target tahunan bisa tercapai.
“Semester kedua ini harus kita maksimalkan. Perangkat daerah harus bergerak cepat, tepat, dan terukur agar program bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya. (Fh/adv)





