Disdikbud Kukar Pastikan Pembangunan Akses SMPN 9 Tenggarong Tetap Berjalan

NalaRNusantara;Kukar- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan pembangunan akses menuju Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 9 Tenggarong tetap berjalan meski menghadapi kondisi lahan yang sulit.

Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrillian Noor, mengungkapkan lokasi sekolah berada di kawasan dengan kontur ekstrem. Ia bahkan menyebut area tersebut sebagai “tanah helikopter” karena medan geografisnya yang menantang.

“Tanahnya itu memang tanah helikopter, tapi sejak awal masuk sudah ada perencanaannya. Jadi kita tidak bisa menghindar. Kita kerjakan,” ujarnya, Rabu (7/8/2025).

Saat ini, jalur masuk ke SMPN 9 Tenggarong masih memanfaatkan akses di samping Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Tenggarong.

Thauhid memastikan penggunaan jalur bersama tersebut tidak akan mengganggu proses belajar mengajar di SMAN 2 karena sudah diatur sedemikian rupa.

“Anak-anak masuk lewat jalur SMAN 2 dulu. Tapi jalan masuknya sudah kami ratakan menggunakan alat berat. Tidak melintasi ruang belajar sekolah, jadi aman,” jelasnya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut hanya bersifat sementara hingga jalur permanen menuju SMPN 9 selesai dibangun. T

ahap berikutnya, Disdikbud Kukar menyiapkan pembangunan jalur baru melalui area sekitar SDN 007 Tenggarong.

Proses ini membutuhkan pembebasan lahan yang saat ini masih menunggu perhitungan nilai ganti rugi oleh bagian pertanahan.

“Sekarang kita masih proses negosiasi dan perhitungan NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) oleh bagian pertanahan. Setelah itu baru kita lanjutkan pembebasannya,” tambah Thauhid.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar SMPN 9 memiliki akses mandiri tanpa bergantung pada jalur sekolah lain.

Disdikbud menargetkan pembukaan jalan bisa dimulai segera setelah administrasi pertanahan rampung.

Thauhid menegaskan seluruh proses, mulai dari pembebasan lahan, pembangunan jalan, hingga pengaturan akses sementara dilakukan melalui koordinasi lintas sektor yang melibatkan bagian pertanahan, pihak sekolah, dan pemerintah daerah setempat.

“Intinya tidak boleh ada gangguan terhadap proses belajar siswa. Baik di SMPN 9 maupun sekolah lainnya. Kami komitmen soal itu,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa meskipun menghadapi tantangan medan dan administrasi, pihaknya tidak ingin pembangunan SMPN 9 terhambat.

Keberadaan sekolah baru ini dinilai sangat penting untuk mengakomodasi kebutuhan pendidikan di wilayah Tenggarong yang terus berkembang.

SMPN 9 Tenggarong dibangun untuk mengurangi beban sekolah-sekolah di pusat kota.

Meski aksesnya menantang, lokasinya dinilai strategis dan diharapkan dapat menjadi pusat pendidikan baru yang memberikan layanan pendidikan berkualitas bagi masyarakat sekitar.

Thauhid menambahkan, setelah akses permanen terbangun, pihaknya akan fokus pada pemenuhan fasilitas penunjang pembelajaran, mulai dari laboratorium, ruang praktik, hingga area olahraga.

“Kalau akses sudah lancar, pengembangan fasilitas akan lebih mudah. Kita ingin SMPN 9 ini nantinya menjadi sekolah unggulan di wilayahnya,” pungkasnya. (Fh/adv)

51 views 3 mins 0 Comments