
Olahraga Tradisional Kukar Buka Ruang Aktivitas Lintas Generasi
KUTAI KARTANEGARA – Olahraga tradisional dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai aktivitas olahraga yang dapat melibatkan masyarakat dari berbagai kelompok usia.
Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Imama Syafiriya, mengatakan karakter tersebut menjadi salah satu keunggulan olahraga tradisional dibandingkan olahraga prestasi yang umumnya memiliki batasan usia dalam pembinaan maupun kompetisi.
“Olahraga prestasi kan dibatasi umur. Kalau ini, tua boleh selama masih mempunyai kesempatan dan sehat,” kata Imama saat diwawancarai Kamis (17/09/2026).
Menurutnya, olahraga tradisional dapat menjadi ruang aktivitas bersama bagi anak-anak, orang dewasa hingga masyarakat lanjut usia. Keterlibatan tetap disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing.
Karakter tersebut membuat olahraga tradisional tidak hanya berkaitan dengan pelestarian permainan tradisional, tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk tetap aktif berolahraga sekaligus berinteraksi lintas generasi.
Imama menilai olahraga tradisional selama ini masih kerap dipandang sebagai permainan kampung. Padahal, sejumlah olahraga tradisional telah berkembang dan dipertandingkan hingga tingkat nasional maupun internasional.
“Bukan sekadar kalau dulu kan permainan kampung. Permainan ini bisa mendunia,” ujarnya.
Di Kukar, Dispora mencatat sedikitnya 29 cabang olahraga masyarakat yang telah terdaftar dan berkembang. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring dengan keberadaan berbagai komunitas dan aktivitas olahraga masyarakat di daerah.
Pengembangan olahraga tradisional juga diarahkan untuk memperluas pengenalan kepada generasi muda. Menurut Imama, permainan tradisional dapat menjadi salah satu alternatif aktivitas anak di tengah penggunaan gawai.
“Anak-anak daripada gadget, ada permainan tradisional yang bukan hanya permainan kampung, bisa kita sampai ke tingkat dunia,” katanya.
Dispora Kukar juga memberikan fasilitasi kepada komunitas olahraga masyarakat sesuai dengan kemampuan yang tersedia. Dukungan dapat diberikan dalam bentuk sarana, prasarana maupun perlengkapan pendukung kegiatan.
Dengan karakter yang dapat dimainkan lintas usia, olahraga tradisional menjadi salah satu bagian dari pengembangan olahraga masyarakat sekaligus ruang untuk memperkenalkan kembali permainan yang tumbuh dari budaya daerah kepada generasi berikutnya. (Adv/fi)





