
Dispora Kukar Gelar Seleksi Pramuka Garuda Tahap I 2026, 106 Peserta siap Jalani Prosesnya
KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Bidang Kepramukaan menggelar seleksi Pramuka Garuda tahap I tahun 2026.
Kegiatan diawali dengan upacara pembukaan yang berlangsung pada Kamis (24/9/2026). Seleksi tahap pertama tersebut diikuti 106 peserta dari berbagai tingkatan Pramuka dan sejumlah kecamatan di Kabupaten Kukar.
Kepala Bidang Kepramukaan Dispora Kukar, Nopan Solihin, mengatakan pelaksanaan seleksi Pramuka Garuda tahun ini dibagi menjadi dua gelombang yang tahap pertamanya berlangsung selama empat hari, mulai 24 hingga 27 September 2026.
“Hari ini kita sudah mulai dengan upacara pembukaan seleksi Pramuka Garuda tahun 2026. Ada 106 peserta yang hadir dari berbagai tingkatan, mulai Siaga, Penggalang hingga Penegak,” ujar Nopan, Kamis (24/9/2026).
Menurutnya, peserta akan mengikuti sejumlah rangkaian penilaian selama pelaksanaan seleksi. Tahapan tersebut meliputi tes kemampuan dasar kepramukaan menggunakan komputer, wawancara, hingga pengujian kemampuan teknis kepramukaan.
“Tes kemampuan dasar tentang kepramukaan dilakukan menggunakan komputer. Setelah itu ada wawancara dengan para pelatih, kemudian penilaian kemampuan teknis kepramukaan seperti tali-temali dan semapur,” jelasnya.
Selain itu, peserta juga mengikuti pentas seni secara individu. Penampilan tersebut menjadi salah satu bagian dari penilaian selama proses seleksi.
Nopan menjelaskan, seleksi Pramuka Garuda bukan sekadar kegiatan perlombaan, tetapi menjadi tahapan untuk mengonfirmasi hasil pembinaan yang telah dilakukan di gugus depan masing-masing sekolah.
“Di gugus depan masing-masing sekolah sudah ada pembina yang melakukan pembinaan dan menilai kemampuan peserta. Di sini kita mengonfirmasi apakah hasil pembinaan tersebut memang sudah sesuai dengan kemampuan yang dimiliki peserta,” katanya.
Ia menambahkan, peserta yang dinyatakan lolos seleksi akan mendapatkan pengakuan sebagai Pramuka Garuda. Dengan demikian, seleksi tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan peserta didik benar-benar memenuhi kemampuan kepramukaan sesuai tingkatan yang dipersyaratkan.
Pelaksanaan seleksi tahun ini dibagi menjadi dua gelombang karena jumlah peserta mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Di sisi lain, jumlah pelatih dan tim penilai yang tersedia juga terbatas.
“Tahun lalu kita hanya satu gelombang karena jumlah peserta sekitar seratus orang. Tahun ini jumlahnya sudah lebih dari dua ratus, sehingga kita bagi menjadi dua tahap agar proses penilaian bisa berjalan maksimal,” ungkap Nopan.
Pembagian gelombang juga dilakukan dengan mempertimbangkan pendampingan peserta dari masing-masing kecamatan. Pada tahap pertama, sejumlah kecamatan mengikuti seleksi, sedangkan kecamatan lainnya akan mengikuti gelombang kedua yang dijadwalkan pada awal Oktober.
“Ini juga supaya pembina pendamping dari kecamatan tidak harus bolak-balik. Kita tarik beberapa kecamatan dulu untuk tahap pertama, kemudian kecamatan lainnya mengikuti tahap kedua,” ujarnya.
Khusus peserta Siaga dan Penggalang, pembina pendamping dari kecamatan turut mendampingi selama rangkaian kegiatan berlangsung. Pendampingan dinilai penting mengingat peserta pada tingkatan tersebut masih membutuhkan dukungan selama mengikuti seleksi.
Dari 109 peserta yang sebelumnya terdata untuk tahap pertama, sebanyak 106 peserta hadir dalam pembukaan. Nopan menyebut terdapat peserta yang mengundurkan diri dan satu peserta yang sakit sehingga kemungkinan akan diarahkan mengikuti tahap berikutnya setelah kondisinya memungkinkan.
Nopan berharap seluruh peserta yang mengikuti seleksi tahap pertama dapat dinyatakan lulus sebagai Pramuka Garuda.
“Kita berharap seluruh 106 peserta ini bisa lulus. Tidak ada batasan jumlah yang harus lulus. Semakin banyak peserta didik yang berhasil menjadi Pramuka Garuda tentu semakin baik,” tuturnya.
Ia juga menginginkan peningkatan jumlah Pramuka Garuda di Kukar dapat menjadi indikator keberhasilan pembinaan kepramukaan yang dilakukan mulai dari gugus depan, kecamatan hingga tingkat kabupaten.
“Kalau semuanya lulus, Alhamdulillah. Artinya pembinaan yang dilakukan di kabupaten dan kecamatan berhasil dan jumlah Pramuka Garuda kita semakin meningkat,” pungkasnya.(Adv/wan)





