
12 Cabor Disiapkan Ikuti Ajang Olahraga, Dispora Kukar Mulai Seleksi Atlet
KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai melakukan berbagai persiapan menghadapi agenda olahraga yang dijadwalkan berlangsung akhir Oktober hingga awal November 2026.
Sekretaris Dispora Kukar, Dery Wardana, mengatakan sejumlah cabang olahraga (cabor) telah memasuki tahapan seleksi atlet sesuai dengan surat edaran yang diterima.
“Sudah ada beberapa persiapan yang kita lakukan sesuai surat edaran. Seperti bulu tangkis ini dengan proses untuk melaksanakan seleksi, terus tenis meja yang juga akan dilaksanakan seleksi,” ujar Dery, Rabu (30/9/2026).
Ia menyebut terdapat 12 cabor yang masuk dalam persiapan, yakni tenis lapangan, tenis meja, bulu tangkis, basket, futsal, catur, gatesball, lari, bola voli, senam, pickleball dan panahan.
Menurutnya, dari 12 cabor tersebut, beberapa di antaranya sudah mulai melakukan proses seleksi. Langkah ini dilakukan untuk mendapatkan atlet yang memenuhi persyaratan sekaligus mempersiapkan kontingen Kukar.
“Dari 12 tersebut ada beberapa yang sudah kita lakukan proses seleksi,” jelasnya.
Selain seleksi atlet, Dispora Kukar juga telah menggelar sejumlah rapat koordinasi terkait persiapan. Dalam proses tersebut, Dispora melibatkan pengurus cabang olahraga masing-masing, termasuk membahas kelas pertandingan yang akan diikuti.
Dery mengatakan pihaknya belum dapat memastikan jumlah atlet atau kuota kontingen yang akan diberangkatkan. Penetapan kuota masih menunggu hasil seleksi dan verifikasi dari masing-masing cabor.
“Kalau hitungan kuota belum bisa kita pastikan, karena menunggu hasil seleksi nanti yang akan kita dapatkan dari masing-masing teman-teman di cabang olahraga yang dipersiapkan,” katanya.
Meski demikian, Dispora Kukar telah memiliki target awal dan masing-masing cabor juga telah menyampaikan data calon atlet maupun tim yang dipersiapkan.
Data tersebut selanjutnya akan melalui proses verifikasi oleh pengurus Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kukar.
Dery menjelaskan, proses verifikasi dilakukan cukup ketat, terutama berkaitan dengan persyaratan bagi atlet atau peserta yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Memang syarat yang diperlakukannya agak lumayan cukup ketat. Terutama ASN seperti SK awal dan SK akhir itu harus disampaikan,” ungkapnya.
Selain persyaratan atlet, pihaknya juga masih melakukan pendalaman terkait ketentuan pelatih, khususnya mengenai kemungkinan pelatih yang berasal dari luar kalangan ASN.
“Kita masih coba menggali lagi informasinya seperti apa dengan teman-teman dari KORMI provinsi dan panitia penyelenggara,” pungkasnya.(Adv/wan)





