
PAD Sewa Fasilitas Olahraga Kukar Menurun, Dispora Prioritaskan Pembinaan Atlet
KUTAI KERTANEGARA – Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor penyewaan fasilitas olahraga di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengalami penurunan dalam dua tahun terakhir.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, Aji Ali Husni, mengatakan kondisi tersebut terjadi karena pemanfaatan sejumlah fasilitas olahraga harus disesuaikan dengan kebutuhan pembinaan dan persiapan menghadapi berbagai agenda olahraga.
Menurutnya, fasilitas olahraga milik pemerintah daerah tidak hanya digunakan untuk kegiatan komersial melalui penyewaan, tetapi juga diprioritaskan untuk pembinaan cabang olahraga (cabor), masyarakat, serta atlet penyandang disabilitas.
“Kalau PAD ini terus kita lakukan penyewaan, tapi memang di tahun dua tahun terakhir ini kita sambil menyesuaikan dengan kebutuhan pembinaan olahraga,” kata Aji Ali Husni, Rabu (30/9/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah cabor saat ini tengah menggunakan fasilitas olahraga untuk menjalani program latihan dan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) serta berbagai agenda olahraga lainnya.
Karena itu, Dispora harus membagi pemanfaatan fasilitas antara kebutuhan pembinaan atlet dan masyarakat yang ingin menggunakan venue dengan sistem sewa.
“Ada juga prioritas teman-teman cabor. Ada juga kita beri kesempatan ke masyarakat untuk menggunakan yang sewa. Memang tahun ini penurunan PAD untuk sewa agak kurang,” ujarnya.
Selain persiapan atlet untuk ajang olahraga daerah, fasilitas olahraga juga digunakan untuk mendukung persiapan atlet penyandang disabilitas yang akan mengikuti kompetisi olahraga tingkat provinsi.
Menurut Aji Ali, kondisi tersebut turut memengaruhi tingkat penggunaan fasilitas olahraga untuk kegiatan berbayar. Bahkan, Dispora harus memanfaatkan fasilitas olahraga milik instansi lain untuk mendukung kebutuhan latihan.
“Ada salah satu OPD yang memiliki sarana olahraga seperti DPRD juga kita pinjam untuk menggunakan,” jelasnya.
Meski mengalami penurunan, Dispora Kukar tetap mengandalkan sejumlah venue sebagai penyumbang PAD dari sektor penyewaan fasilitas olahraga.
Aji Ali menyebut fasilitas mini soccer dan Stadion Rondong Demang menjadi dua venue yang memberikan kontribusi cukup tinggi terhadap PAD dari penyewaan.
“Yang tertinggi itu mini soccer, futsal dengan Stadion Rondong Demang yang tinggi penyumbang PAD-nya,” ungkapnya.
Namun, pemanfaatan Stadion Rondong Demang juga harus disesuaikan dengan berbagai agenda pemerintah daerah. Selain digunakan untuk aktivitas olahraga, kawasan tersebut terkadang dimanfaatkan untuk kegiatan daerah yang bersifat prioritas.
Aji Ali mengatakan kondisi tersebut turut memengaruhi potensi penerimaan PAD dari penyewaan fasilitas olahraga.
“Karena memang lokasi ini hari ini tetap, apalagi Rondong Demang ini beberapa cabor di situ menggunakan. Terakhir juga digunakan dengan ada kegiatan pemerintah daerah, itu juga salah satu kepentingan yang harus kita bela. Makanya juga ini mempengaruhi,” pungkasnya.(Adv/wan)





