Foto: Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni

Batas Usia Porprov Kaltim Belum Final, Dispora Kukar Minta Pemprov Segera Putuskan

KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur segera memberikan kepastian terkait wacana pembatasan usia maksimal atlet pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim mendatang.

Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, mengatakan hingga saat ini ketentuan tersebut masih dalam pembahasan. Pihaknya menerima informasi bahwa batas maksimal usia atlet yang disampaikan dari tingkat provinsi berada di angka 30 tahun.

Namun, menurut Aji Ali, terdapat informasi sebelumnya bahwa hasil Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (BK Porprov) dapat menjadi acuan bagi pelaksanaan Porprov. Dalam BK Porprov sebelumnya, disebutkan tidak terdapat pembatasan usia maksimal 30 tahun.

“Memang dari provinsi secara hari ini menyampaikan bahwa 30 maksimal. Tapi teman-teman di kabupaten berkoordinasi dengan kawan-kawan di Pengprov, yang memang dulunya menurut informasi pernah disepakati bahwa itu untuk Porprov yang akan datang,” ujar Aji Ali Husni, Senin (5/10/2026).

Ia berharap hasil BK Porprov dapat tetap menjadi rujukan dalam menentukan atlet yang berhak tampil pada Porprov mendatang.

Pasalnya, seluruh cabang olahraga di Kukar saat ini telah melakukan persiapan berdasarkan hasil BK Porprov. Atlet yang lolos juga telah menjalani latihan sebagai persiapan menghadapi pelaksanaan Porprov yang waktunya semakin dekat.

“Harapan kami apa yang sudah dilakukan melalui BK dan hasil yang melalui BK ini menjadi rujukan untuk mereka ikut di Porprov,” katanya.

Aji Ali menilai perubahan aturan secara mendadak berpotensi menimbulkan kekecewaan bagi atlet maupun pelatih yang telah melakukan persiapan dalam waktu cukup panjang.

Terlebih, pelaksanaan Porprov diperkirakan tinggal sekitar 50 hari lagi. Menurutnya, sebagian besar cabang olahraga sudah memasuki tahap akhir persiapan.

“Kalau ini menjadi keputusan yang dilakukan oleh provinsi, ini mungkin sedikit banyaknya mencederai semangat olahraga di kabupaten kota. Karena tidak hanya Kukar, saya dengar banyak kabupaten kota lain juga yang mengeluh terhadap apa yang disampaikan secara lisan,” ungkapnya.

Ia mencontohkan cabang olahraga gateball yang sebagian besar atletnya merupakan aparatur sipil negara dan berusia di atas 30 tahun. Bahkan, rata-rata atlet dalam cabang tersebut disebut berusia lebih dari 40 tahun.

Menurutnya, atlet-atlet tersebut sebelumnya telah mengikuti BK Porprov dan tercatat sebagai peserta. Karena itu, apabila batas usia 30 tahun diberlakukan setelah proses tersebut, maka persiapan yang telah dilakukan berpotensi menjadi sia-sia.

“Kalau hari ini tiba-tiba itu dipotong di tiga puluh, tentunya persiapan yang sudah dilakukan membuat kawan-kawan pelatih dan atlet kita semakin kecewa,” jelasnya.

Meski demikian, Aji Ali mengakui pembatasan usia sebenarnya memiliki tujuan positif, terutama untuk mendorong pembinaan atlet usia dini. Namun, ia berharap kebijakan tersebut tidak diterapkan secara mendadak ketika persiapan menuju Porprov telah berjalan.

“Bagus sebenarnya tujuan untuk pembatasan usia itu, karena memberi pacuan buat cabang olahraga untuk melakukan pembinaan usia dini. Tapi kalau ingin mendadak hari ini dilakukan, saya rasa harus dengan pertimbangan yang sangat bijak,” katanya.

Dispora Kukar pun meminta keputusan terkait batas usia tersebut segera disampaikan secara resmi kepada pemerintah kabupaten/kota. Dengan demikian, seluruh daerah dapat menyesuaikan strategi dan persiapan kontingen berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan.

“Kami berharap keputusan cepat ini oleh provinsi disampaikan ke kami di kabupaten/kota, sehingga apa pun hasil yang diputuskan, kita persiapkan untuk mengikuti aturan itu,” tegasnya.

Aji Ali berharap hasil BK Porprov tetap menjadi dasar pelaksanaan Porprov mendatang, mengingat proses tersebut telah dilalui para atlet dan cabang olahraga se-Kalimantan Timur.

Ia juga menekankan bahwa persoalan batas usia tidak hanya berdampak terhadap Kukar, tetapi berpotensi memengaruhi persiapan atlet dari berbagai kabupaten/kota di Kaltim yang saat ini telah melakukan persiapan secara matang.(Adv/wan)

4 views 4 mins 0 Comments