Foto: Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni

Dispora Kukar Perkuat Kemandirian Pemuda Lewat Klinik Wirausaha Pemuda Mandiri

KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong kemandirian ekonomi generasi muda melalui penguatan sektor kewirausahaan. Salah satu upaya yang dilakukan yakni menghadirkan Klinik Wirausaha Pemuda Mandiri (WPM) sebagai wadah pendampingan bagi pemuda yang ingin merintis hingga mengembangkan usaha.

Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, mengatakan pemberdayaan pemuda menjadi salah satu fokus dalam program dedikasi Kukar Idaman Terbaik Bupati, khususnya untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan dan meningkatkan kemandirian ekonomi generasi muda.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi pemuda saat ini cukup beragam. Karena itu, diperlukan semangat motivasi, inovasi, kepemimpinan, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

Ia menjelaskan, melalui Klinik WPM, Dispora Kukar memberikan pendampingan secara berkelanjutan kepada pemuda dalam berbagai tahapan usaha. Mulai dari mereka yang baru memiliki keinginan merintis usaha, pelaku usaha yang sedang berjalan, hingga pengusaha muda yang ingin mengembangkan skala bisnisnya.

“Melalui Klinik WPM, kami secara konsisten melakukan pelayanan kepemudaan, mulai dari pendampingan semangat kewirausahaan bagi kawan-kawan yang baru ingin mendirikan usaha, kemudian mendampingi mereka yang sudah menjalankan usaha, hingga pengembangan usaha agar semakin besar,” ujarnya, Kamis (29/10/2026).

Aji Ali menyebutkan, kehadiran klinik tersebut juga memberikan kesempatan kepada pemuda untuk mendapatkan pendampingan langsung dari praktisi kewirausahaan dan tenaga pendidik yang memiliki kompetensi di bidang ekonomi maupun manajemen.

Selain itu, pendampingan juga mencakup pelatihan digitalisasi untuk membantu pelaku usaha muda beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar.

Dengan demikian, pemuda tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga mendapatkan arahan praktis dalam mempertahankan dan mengembangkan usaha yang dijalankan.

Menurutnya, upaya tersebut penting agar usaha yang dirintis pemuda tidak berhenti di tengah jalan, melainkan mampu berkembang dan memberikan dampak ekonomi bagi keluarga maupun lingkungan sekitarnya.

Aji Ali juga berharap terjadi perubahan pola pikir di kalangan generasi muda. Selama ini, sebagian pemuda cenderung menjadikan pekerjaan di perusahaan pertambangan batu bara, perkebunan kelapa sawit, maupun sektor lainnya sebagai pilihan utama.

Pemerintah daerah ingin mendorong agar pemuda juga mulai melihat peluang menjadi pelaku usaha sebagai salah satu pilihan untuk membangun masa depan ekonomi.

“Kita mulai mengubah mindset mereka, karena pekerjaan di sektor-sektor tersebut bukan sesuatu yang bisa kita pertahankan dalam jangka waktu lama. Kita ingin bagaimana pemuda bisa masuk dalam posisi ekonomi kita, salah satunya menjadi pelaku usaha,” jelasnya.

Ia menambahkan, tumbuhnya wirausaha muda di Kukar diharapkan tidak hanya menciptakan kemandirian ekonomi secara individu, tetapi juga membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.

Melalui penguatan kewirausahaan tersebut, pemuda diharapkan mampu mengambil peran lebih besar dalam pembangunan ekonomi daerah, sekaligus menciptakan sumber penghasilan yang berkelanjutan.

“Dengan menjadi pelaku usaha, kita bisa melaksanakan penguatan ekonomi, khususnya di keluarga mereka sendiri, bahkan mereka juga bisa menciptakan lapangan pekerjaan,” pungkasnya.(Adv/wan)

1 view 3 mins 0 Comments