
Desa Loa Lepu Sulap Kantor Lama Jadi Sentra Pepaya dan Hortikultura
NalaRNusantara-Kukar; Semangat mewujudkan kemandirian pangan terus digaungkan oleh Pemerintah Desa Loa Lepu, Kecamatan Tenggarong Seberang. Tahun ini, sebuah inovasi baru mulai dijalankan, yaitu pemanfaatan lahan bekas kantor desa menjadi sentra pertanian produktif yang fokus pada budidaya pepaya dan tanaman hortikultura.
Kepala Desa Loa Lepu, Sumali, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menanam sekitar 2.000 batang pepaya di area tersebut. Langkah ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan yang juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat.
“Kita tanam pepaya cukup banyak, sekitar dua ribuan batang. Itu sedang kita kembangkan di lahan kantor lama. Kami menargetkan hasil dari pertanian ini mulai tampak tahun depan, dengan pola tanam berkelanjutan,” kata Suma, Senin (23/06/2025).
Tak hanya pepaya, Sumali juga menuturkan bahwa tanaman hortikultura seperti tomat dan cabai turut dikembangkan di sela-sela pohon pepaya.
Penanaman dilakukan di sepanjang jalan desa agar memaksimalkan ruang dan mempercepat hasil panen.
“Fokus kita pada tanaman hortikultura, selain itu juga tanaman buah. Untuk buah, di pinggir jalan itu sudah kita tanami pepaya. Nantinya, di sela-selanya akan kita tanami tomat dan cabai lombok,” jelasnya.
Pemilihan tanaman tersebut, lanjut Sumali, telah mempertimbangkan kondisi lahan dan kebutuhan warga. Menurutnya, tomat, cabai, dan pepaya merupakan jenis tanaman yang paling sesuai untuk dikembangkan secara massal.
“Jadi, fokus kita jelas tomat, cabai, dan pepaya. Itu yang cocok dan dibutuhkan masyarakat juga,” ucapnya.
Lebih lanjut, desa juga menyiapkan lahan tambahan di sekitar kantor desa, termasuk area belakang kantor yang memiliki karakter tanah basah.
Rencananya, lokasi ini akan dijajaki dengan jenis tanaman berbeda sesuai dengan kondisi lingkungan.
“Nanti kita akan lihat jenis tanaman apa yang cocok ditanam di sana. Karena daerah itu agak basah, perlu kita sesuaikan dulu,” imbuh Sumali.
Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemerintah Desa Loa Lepu dalam menghidupkan kembali lahan-lahan tidur agar bisa dimanfaatkan secara maksimal dan berdampak langsung terhadap ekonomi warga.
“Kita juga mulai membangun pertanian kaitannya dengan ketahanan pangan. Lahan-lahan kosong yang ada di Loa Lepu mulai kita garap tahun ini supaya menjadi lahan produktif,” tambahnya.
Dengan langkah-langkah tersebut, Desa Loa Lepu menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak selalu harus dimulai dari skala besar.
Dari bekas kantor desa, sebuah semangat baru tumbuh untuk menciptakan desa yang mandiri, produktif, dan berdaya saing berbasis potensi lokal. (Fh/adv)





