
Desa Loleng Jadi Sentra Pangan di Tengah Wilayah Perairan Kecamatan Kota Bangun
NalaRNusantara;Kukar – Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), dikenal sebagai wilayah perairan dengan 10 dari 11 desa terletak di sepanjang bantaran Sungai Mahakam. Kondisi geografis ini menjadikan profesi nelayan sebagai mata pencaharian utama masyarakat.
Namun di tengah keterbatasan lahan darat, salah satu desa yakni Desa Loleng justru menjadi tumpuan sektor pertanian. Camat Kota Bangun, Abdul Karim, menyebut bahwa Desa Loleng memiliki lahan potensial untuk pertanian dan perkebunan.
“Desa Loleng satu-satunya desa yang tidak langsung berada di tepi Sungai Mahakam. Di sana cukup banyak lahan yang digunakan untuk menanam padi, sayur-mayur, dan tanaman perkebunan,” ujar Abdul Karim, Senin (5/5/2025).
Ia menambahkan bahwa desa-desa lainnya juga memiliki aktivitas pertanian, namun sangat bergantung pada kondisi cuaca. Banjir menjadi tantangan tahunan yang bisa merusak lahan pertanian dan mengganggu akses transportasi.
“Banjir besar biasanya terjadi sepuluh tahun sekali, tapi banjir kecil hampir selalu datang setiap tahun. Dampaknya bisa membuat tanaman tenggelam, bahkan jalan-jalan ikut terendam,” jelasnya.
Kendati demikian, Abdul Karim memastikan bahwa kondisi kebutuhan pokok di Kota Bangun tetap stabil.
“Alhamdulillah, sejauh ini harga-harga sembako masih aman dan normal,” imbuhnya.
Untuk menjaga stabilitas, Pemkab Kukar juga telah melaksanakan pasar murah dan mendistribusikan gas LPG 3 kilogram kepada masyarakat.
“Kurang lebih 300 tabung disalurkan kepada warga yang memang berhak,” kata Abdul Karim.
Dengan potensi pertanian yang dimiliki Desa Loleng dan upaya stabilisasi kebutuhan pokok oleh pemerintah, Kecamatan Kota Bangun menunjukkan bahwa ketahanan pangan tetap dapat dijaga meskipun berada di wilayah perairan yang rawan banjir. (Fh/Adv)





