
Disdikbud Kukar Gandeng SEAMOLEC Gelar Pelatihan AI untuk Guru
NalaRNusantara;Kukar- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bekerja sama dengan SEAMEO Regional Open Learning Centre (SEAMOLEC) menggelar pelatihan bertema AI in the Classroom pada 12–14 Agustus 2025 di Hotel Grand Fatma, Tenggarong.
Plt. Sekretaris Disdikbud Kukar, Pujianto, menyampaikan apresiasi atas kehadiran SEAMOLEC di Kukar. Ia menilai kesempatan ini sangat berharga karena tidak semua daerah mendapatkan akses pelatihan serupa.
“Ini langkah luar biasa. Kehadiran SEAMOLEC di Kukar menjadi momentum penting dalam pengembangan pendidikan berbasis transformasi digital. Materi AI yang diberikan akan membantu guru memahami manfaat, pola, dan bentuk pemanfaatan teknologi ini dalam pembelajaran,” ujarnya.
Pujianto menjelaskan bahwa Disdikbud menghadirkan guru-guru yang memiliki minat, bakat, serta keterlibatan dalam komunitas pendidikan agar ilmu yang didapat bisa ditularkan kepada rekan-rekan guru lainnya di Kukar.
Ia menambahkan, tahun ini pelatihan sepenuhnya difasilitasi SEAMOLEC, sementara ke depan pihaknya akan mengalokasikan anggaran dari APBD agar kegiatan serupa berkelanjutan.
“Tahun depan kami ingin menambah frekuensi dan memperkaya materi, sehingga kompetensi guru di bidang digital semakin meningkat,” katanya.
Sementara itu, Manajer Divisi Pengembangan SEAMEO SEAMOLEC, Ari Susanti, menjelaskan bahwa SEAMOLEC merupakan institusi di bawah Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) yang juga menjadi bagian dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI.
“Kami sangat fokus pada transformasi digital di dunia pendidikan, sejalan dengan kebijakan pemerintah beberapa tahun terakhir. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengidentifikasi potensi daerah yang bisa dikembangkan, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga Asia Tenggara,” terangnya.
Ari menambahkan, salah satu fokus utama pelatihan adalah pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran.
Menurutnya, guru harus menguasai teknologi lebih baik daripada siswa, sehingga penggunaannya dapat diarahkan sesuai tujuan pembelajaran.
“Dengan kompetensi yang tepat, guru bisa memastikan teknologi digunakan untuk meningkatkan kualitas belajar, bukan disalahgunakan. Harapan kami, guru di Kukar dapat menjadi pengajar sekaligus pengendali pemanfaatan AI di kelas,” ujarnya.
Pelatihan ini diikuti 30 pendidik dari berbagai jenjang, mulai dari PAUD, SD, SMP, hingga Pendidikan Nonformal (PNF).
Meski jumlah peserta terbatas karena kendala anggaran dan sumber daya, Ari berharap mereka dapat menjadi agen perubahan yang menyebarkan pengetahuan dan praktik baik kepada guru-guru lain di Kukar.
“Kami berharap dapat mewujudkan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, meningkatkan daya saing siswa, dan memperkuat posisi Kukar dalam kancah pendidikan nasional maupun regional,” tutupnya. (Fh/adv)





