
Disdikbud Kukar Gencarkan Muatan Lokal untuk Pelestarian Budaya di Sekolah
NalaRNusantara;Kukar- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus menggencarkan upaya pelestarian budaya lokal melalui penerapan muatan lokal di sekolah.
Program ini diterapkan mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, mengatakan bahwa muatan lokal menjadi bagian penting dalam proses pendidikan di daerah.
Menurutnya, di bidang pendidikan penerapan paling nyata terlihat di PAUD, SD, dan SMP, sementara di bidang kebudayaan lebih diarahkan pada pencatatan, dokumentasi, dan pelestarian.
“Muatan lokal yang diterapkan di sekolah antara lain pelajaran bahasa Kutai serta kewajiban menggunakan pakaian adat di hari tertentu. Program ini masih berjalan hingga sekarang,” ungkap Puji Utomo, Jumat (8/8/2025).
Ia menjelaskan, penggunaan bahasa Kutai sebagai muatan lokal tetap diajarkan di sekolah, meski ada tantangan berupa keterbatasan tenaga pengajar yang benar-benar menguasai bahasa daerah tersebut.
“Kami sedang berupaya menambah tenaga pengajar, karena setiap satuan pendidikan memiliki standar khusus, terutama dalam penguasaan bahasa Kutai. Untuk PAUD sifatnya hanya pengenalan, sementara di SD dan SMP pelajaran bahasa Kutai sudah lebih terstruktur,” jelasnya.
Selain bahasa, penguatan identitas budaya juga diwujudkan melalui kewajiban siswa mengenakan pakaian adat Kutai pada hari tertentu.
Kebijakan ini dinilai mampu menumbuhkan rasa bangga sekaligus memperkenalkan tradisi kepada generasi muda sejak dini.
Puji menambahkan, dukungan orang tua dan masyarakat sangat dibutuhkan agar program pelestarian budaya dapat berjalan maksimal.
Pendidikan karakter berbasis budaya, menurutnya, tidak hanya dibangun di ruang kelas, tetapi juga melalui pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Sekolah menjadi tempat awal pengenalan, namun kesinambungan nilai budaya tetap bergantung pada lingkungan keluarga dan masyarakat,” ujarnya.
Dengan langkah ini, Disdikbud Kukar berharap generasi muda tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki identitas kuat sebagai bagian dari masyarakat Kutai. (Fh/adv)





