Disdikbud Kukar Pastikan ANBK Berjalan Sesuai Tahapan

NalaRNusantara;Kukar- Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar), Pujianto, memastikan pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di Kukar berjalan sesuai tahapan yang telah ditetapkan.

Program ini berlaku untuk seluruh jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga pendidikan kesetaraan.

“Ujian Nasional ini sebenarnya berlaku untuk semua jenjang, mulai dari SD, SMP, hingga pendidikan kesetaraan. Saat ini kita sudah memasuki tahapan gladi bersih terkait pelaksanaan asesmen nasional,” ujar Pujianto, Jumat (22/8/2025).

Ia menjelaskan, jenjang PAUD tidak mengikuti asesmen nasional, melainkan hanya Survei Lingkungan Belajar yang berlaku untuk semua jenjang.

Hal ini karena instrumen utama asesmen, yakni Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) literasi dan numerasi, baru dapat diterapkan pada siswa SD, SMP, dan pendidikan kesetaraan.

“Peserta didik PAUD belum bisa mengikuti asesmen berbasis teknologi karena keterbatasan usia. Namun, guru PAUD tetap wajib berpartisipasi,” tambahnya.

Menurut Pujianto, tahapan asesmen nasional dimulai dari sinkronisasi jaringan dan aplikasi, dilanjutkan dengan gladi bersih, kemudian pelaksanaan resmi.

Saat ini asesmen telah berlangsung di jenjang SMP dan Paket B, sementara Paket C (setara SMA) lebih dulu melaksanakan.

Ia menegaskan asesmen nasional bukan untuk menilai kompetensi siswa maupun guru, melainkan untuk memetakan mutu pendidikan.

Hasil asesmen akan berupa rapor pendidikan yang menggambarkan kondisi sekolah dan pemerintah daerah.

“Rapor ini bukan rapor siswa, melainkan rapor sekolah. Data tersebut menjadi dasar evaluasi capaian tahun sebelumnya sekaligus perencanaan, termasuk penyusunan RKA di sekolah maupun di dinas,” terangnya.

Dari sisi teknis, hambatan pelaksanaan ANBK disebut kini semakin minim.

Sebagian besar sekolah di Kukar telah menggunakan sistem online penuh, sehingga jawaban peserta langsung terkirim ke server pusat.

“Berbeda dengan sistem semi online yang hasil ujiannya masih harus masuk ke server sekolah terlebih dahulu. Tapi untuk daerah dengan jaringan terbatas, semi online tetap menjadi solusi,” jelasnya.

Pujianto menambahkan, infrastruktur sekolah di Kukar relatif sudah siap, baik dari sisi komputer maupun Chromebook.

Hanya beberapa titik jaringan yang masih memerlukan perhatian lebih lanjut agar pelaksanaan ANBK berjalan optimal. (Fh/adv)

62 views 2 mins 0 Comments