
Kades Loa Raya Dorong Sinergi Koperasi dan BUMDes Kembangkan Usaha Batu Padas
NalaRNusantara-Kukar; Desa Loa Raya, Kecamatan Tenggarong Seberang, terus bergerak membangun ekonomi lokal berbasis potensi desa. Setelah sukses menjalankan BUMDes Makmur Raya sejak 2020, kini desa tersebut mulai mengembangkan Koperasi Merah Putih yang difokuskan pada usaha penyediaan batu padas untuk bangunan.
Kepala Desa Loa Raya, Martin, menyebutkan bahwa potensi batu padas di wilayahnya cukup besar. Bahkan, material tersebut telah diminati pasar luar daerah, termasuk dari Samarinda dan sekitarnya.
“Potensi batu padas di desa kami sangat menjanjikan. Sekarang saja sudah banyak yang pesan, bukan hanya dari Kukar tapi juga sampai Samarinda,” ujar Martin, Rabu (25/6/2025)
Batu padas yang akan dikelola koperasi berasal dari lahan bekas tambang yang kini diberdayakan kembali oleh masyarakat.
Martin menjelaskan bahwa proses produksi dilakukan secara mandiri, termasuk penyediaan alat berat untuk penggalian dan pemecahan batu.
“Batu padas ini kita gali dari bekas lahan tambang. Semuanya kita kelola mandiri. Kalau koperasi sudah berjalan, kami akan anggarkan pembelian alat berat untuk menunjang usaha ini,” jelasnya.
Ia menekankan, kehadiran Koperasi Merah Putih tidak akan menyaingi BUMDes, melainkan saling melengkapi dalam mengembangkan ekonomi desa.
BUMDes Makmur Raya sendiri telah lebih dulu eksis dan berfokus pada penyediaan pakan ikan, sarana pertanian, pupuk, dan kebutuhan petani lainnya.
“Sebagian besar masyarakat kami adalah petani dan peternak ikan keramba, jadi BUMDes menyesuaikan kebutuhan mereka. Sementara koperasi akan menggarap potensi lain seperti batu padas,” imbuh Martin.
Lebih dari sekadar lembaga simpan pinjam, Koperasi Merah Putih di Desa Loa Raya dirancang sebagai instrumen pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Martin berharap koperasi ini menjadi pusat pemberdayaan ekonomi warga, bukan hanya untuk transaksi keuangan semata.
“Koperasi ini nanti juga akan menjadi sarana edukasi keuangan, pelatihan kewirausahaan, dan penguatan jejaring pemasaran antaranggota maupun lintas desa,” katanya.
Ia meyakini, jika sinergi antara BUMDes dan koperasi terus dijaga, maka Loa Raya dapat menjadi desa percontohan dalam membangun ekonomi berbasis potensi lokal.
“Kami ingin ekonomi desa tumbuh dari bawah, dengan melibatkan masyarakat langsung dalam pengelolaannya,” tutup Martin. (Fh/adv)





