
Kolaborasi Dispar Kukar dan Warga Loa Janan Hadirkan Festival Kreatif yang Inklusif
NalarNusantara-Kukar; Semangat kolaborasi dan pemberdayaan menjadi nyawa utama dalam penyelenggaraan Loa Janan Creative Fest 2025, sebuah hajatan budaya dan ekonomi kreatif yang digelar oleh Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Dispar Kukar).
Acara ini akan berlangsung selama dua hari, mulai 1 hingga 2 Juli 2025, di halaman Kantor Kecamatan Loa Janan, Jalan Soekarno-Hatta KM 4.
Mengusung tema “Kolaborasi Menyatukan Kita”, festival ini tidak hanya menghadirkan kemeriahan, tetapi juga menjadi ruang strategis bagi para pelaku ekonomi kreatif, komunitas lokal, serta masyarakat umum untuk berbagi gagasan, mempererat sinergi, dan memperkuat ekosistem kreatif Kukar.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda, menyebut pemilihan Loa Janan sebagai lokasi utama bukan tanpa alasan. Wilayah ini dinilai memiliki potensi besar dalam geliat industri kreatif berbasis komunitas dan kearifan lokal.
“Tahun ini kami ingin menghadirkan kegiatan yang lebih besar, lebih terstruktur, dan bisa berdampak langsung,” ujar Zikri saat ditemui pada Selasa (10/06/2025).
Festival ini dikemas dengan ragam kegiatan yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Mulai dari pertunjukan seni lokal, pameran produk-produk kreatif, bazar UMKM, hingga penampilan spesial dari Dhyo Haw, musisi reggae nasional yang dikenal dengan karya-karya sarat pesan sosial dan perdamaian.
Kehadiran Dhyo Haw diproyeksikan mampu menarik lebih banyak perhatian masyarakat, khususnya generasi muda, untuk turut meramaikan sekaligus mendukung geliat industri kreatif daerah.
“Kami ingin acara ini bisa menginspirasi dan memberikan harapan baru, terutama bagi anak-anak muda di Kukar,” kata Zikri.
Dispar Kukar menempatkan Loa Janan Creative Fest 2025 sebagai momentum penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif.
Festival ini tidak hanya soal hiburan, tetapi juga bentuk nyata strategi pembangunan yang berbasis partisipasi dan potensi masyarakat.
“Ekraf harus menjadi motor penggerak baru bagi masyarakat. Kami ingin festival ini jadi bukti konkret bahwa industri kreatif bisa membuka peluang kerja nyata,” tegasnya.
Di balik panggung hiburan dan keramaian bazar, ada semangat besar yang ingin dibagikan: bahwa kreativitas adalah kekuatan, dan kolaborasi adalah kunci.
Dengan kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Kukar melalui Dispar berupaya menghadirkan ruang yang memerdekakan imajinasi, memberdayakan komunitas, dan memperkuat jati diri daerah. (Fh/adv)





