Lahirkan Kampung Anti Politik uang, Cegah Praktik Politik Uang

NalaRNusantara; Penajam – Banyak target Bawaslu Penajam Paser Utara (PPU) untuk menjamin aturan perundangan pemilihan berjalan sesuai koridor. Salah satunya adalah masyarakat tidak melakukan praktik kotor. Yaitu menggunakan politik uang dalam menggaet suara.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Bawaslu membuat berbagai kegiatan dan program. Caranya dengan melahirkan kampung anti politik uang yang tersebar di berbagai kecamatan di PPU. Kecamatan Sepaku telah membuat itu, tepatnya di Desa Telemow. Dan diikuti kecamatan lainnya.

Para RT, tokoh masyarakat dan tim sukses pasangan calon diundang untuk hadir launching desa anti politik uang. Koordinator Divisi (Kordiv) Hukum Pencegahan Parmas dan Humas (HP2H) yang turut menghadiri kegiatan itu mengatakan, Bawaslu selalu bertekad dan optimis di setiap kegiatan baik pemilu dan pemilihan di kawasan PPU wajib untuk kondusif.

“Maka dari itu, launching desa anti politik uang bawaslu hadirkan. Untuk menekan atau meminimalisasi praktik politik uang di PPU,” ucap Edwin. Bapak tiga anak tersebut mengungkapkan, selayaknya hadirnya Desa anti politik uang ini bisa menyebar ke berbagai desa atau kelurahan yang ada di PPU.

Mungkin di Sepaku hanya baru ada di Desa Telemow, tapi besar kemungkinan akan ada desa selanjutnya yang sama. Bisa di Desa Tengin Baru, atau Bumi Harapan dan lain-lain. Tujuan lainnya adalah meyakinkan warga di Desa Telemow menjauhi orang yang membeli suara dengan uang.

“Itulah tujuan kami. Kami tidak mau virus politik uang tersebar. Caranya meyakinkan warga dulu. Di Desa Telemow dulu. Bahwa kampung mereka ini terbebas dari praktik jual beli suara. Nah dari situ warga dari desa tetangga yang lain dapat mencontoh,” terangnya.

Menurut Edwin, di PPU optimis tidak ada kekacauan di pilkada khususnya masa kampanye. Pasalnya berbagai cara sudah dilakukan untuk menekan dan meyakinkan masyarakat agar menjaga kondusivitas. Karena PPU adalah jantung Ibukota Negara. (Advetorial)

97 views 2 mins 0 Comments