Loa Kulu Terus Bangun Konektivitas Antar Desa, Jalan Jadi Nafas Baru Ekonomi Warga

NalaRNusantara-Kukar; Pemerintah Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa.

Dengan membawahi 15 desa, kecamatan ini tak henti memperkuat infrastruktur konektivitas, terutama jalan antar desa yang menjadi tulang punggung pergerakan ekonomi dan keseharian masyarakat.

Selama beberapa tahun terakhir, berbagai program pembangunan jalan di Loa Kulu terus digulirkan melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Kukar, aspirasi dari anggota DPRD, hingga dukungan dari Pemerintah Provinsi.

Langkah ini menjadi bukti bahwa pembangunan di daerah bukan sekadar janji, melainkan hadir nyata lewat koordinasi yang solid dari semua lini pemerintahan.

“Kami terus melakukan komunikasi antara pemerintah desa, kecamatan, dan kabupaten. Agar program konektivitas ini terus berjalan baik dan merata,” ujar Camat Loa Kulu, Ardiansyah, Jumat (13/6).

Ia menyebut komunikasi lintas level pemerintahan sebagai kunci agar pembangunan dapat menjangkau desa secara adil dan tepat sasaran.

Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, Pemerintah Kecamatan Loa Kulu juga aktif melakukan pemetaan kebutuhan infrastruktur.

Ardiansyah menegaskan pentingnya pemetaan ini agar tidak ada satu pun desa yang tertinggal atau bahkan terisolasi karena keterbatasan akses jalan.

Pemetaan dilakukan hingga ke gang-gang permukiman dan kebutuhan penerangan jalan, semuanya dikoordinasikan dengan dinas terkait.

Sejak menjabat sebagai camat pada tahun 2017, Ardiansyah telah menyaksikan satu per satu pembangunan jalan desa yang dulunya hanya rencana, kini mulai berdiri nyata di tengah masyarakat.

Perjuangan yang konsisten ini membuat akses antar desa semakin lancar dan membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi warga.

Tahun 2025 pun menjadi momen lanjutan dalam penguatan konektivitas. Sejumlah ruas jalan yang menghubungkan Desa Loh Sumber, Jembayan Tengah, Jembayan Dalam, dan Sungai Payang masuk dalam daftar prioritas pembangunan.

Jalan poros desa ini diharapkan menjadi penggerak utama aktivitas masyarakat, baik dalam distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, hingga mobilitas harian warga.

“Beberapa gang memang belum terkoneksi, tetapi semua sudah masuk dalam usulan Musrenbang tingkat desa dan kecamatan. Kami akan kawal agar segera terealisasi dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutur Ardiansyah.

Proses perencanaan yang melibatkan masyarakat ini juga menjadi wujud dari pembangunan yang partisipatif dan berkelanjutan.

Pembangunan jalan yang terus dikebut bukan hanya membawa dampak fisik, tetapi juga membangun harapan baru. Akses yang terbuka menjadi awal dari pemerataan layanan dasar kesehatan, pendidikan, hingga peluang usaha.

Dengan konektivitas yang baik, desa-desa di Loa Kulu tidak lagi menjadi titik terpisah, melainkan bagian utuh dari jaringan pertumbuhan Kukar yang dinamis.

Langkah-langkah ini memperlihatkan bahwa pemerintahan yang responsif dan berorientasi jangka panjang mampu menggerakkan perubahan dari akar.

Kecamatan Loa Kulu, dalam kolaborasi dengan semua tingkatan pemerintahan, menegaskan bahwa pembangunan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi tentang kehadiran negara yang nyata dan menyentuh langsung kehidupan rakyatnya. (Fh/adv)

67 views 3 mins 0 Comments