Muara Ritan Hadirkan Layanan Antar Jemput Sekolah, Wujud Kepedulian pada Akses Pendidikan Anak Pelosok

NalaRNusantara-Kukar; Di tengah keterbatasan fasilitas pendidikan di wilayah pelosok, Pemerintah Desa Muara Ritan, Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), memberikan secercah harapan bagi masa depan anak-anaknya.

Melalui upaya sederhana namun berdampak besar, desa ini menghadirkan layanan antar jemput sekolah gratis bagi pelajar yang harus menempuh perjalanan jauh setiap hari.

Kepala Desa Muara Ritan, Ardy Maroni, menceritakan bagaimana belum tersedianya sekolah tingkat SMP dan SMA di desanya menjadi tantangan tersendiri bagi para pelajar. Untuk bisa melanjutkan pendidikan, anak-anak harus bepergian ke desa tetangga, baik melalui jalur sungai maupun darat.

“Jalur sungai bisa mencapai lima kilometer, sementara jalur darat bisa sampai sepuluh kilometer. Anak-anak kita harus menempuh jarak tersebut setiap hari,” ujar Ardy, Jumat (30/5/2025).

Melihat kenyataan itu, Pemerintah Desa berinisiatif mengalokasikan Dana Desa (DD) untuk pengadaan satu unit minibus khusus bagi antar jemput pelajar. Mulai 19 Mei lalu, kendaraan ini resmi beroperasi, melayani rute menuju SMP Negeri 2 Tabang dan SMA Negeri 2 Tabang.

“Kendaraan ini bisa mengangkut delapan hingga sepuluh siswa per perjalanan dan dijadwalkan melayani dua kali pulang-pergi setiap hari. Ini tanggung jawab kami sebagai pemerintah desa untuk memastikan anak-anak bisa bersekolah dengan aman dan nyaman,” jelas Ardy.

Sebelum adanya kendaraan ini, layanan antar jemput sempat dilakukan dengan perahu atau feri. Namun karena keterbatasan operasional dan faktor keamanan, layanan tersebut terpaksa dihentikan.

Perahu kecil yang tersedia pun tidak memadai untuk mengangkut anak-anak secara aman, terutama siswa SMP yang masih tergolong usia dini.

“Dengan adanya layanan ini, para orang tua jadi lebih tenang. Anak-anak tidak lagi harus bepergian sendiri dengan transportasi yang berisiko,” kata Ardy.

Inisiatif lokal ini juga menjadi pelengkap dari program daerah yang sudah berjalan. Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Kukar melalui Dinas Perhubungan dan dukungan Bupati Kukar telah meluncurkan program bus sekolah di wilayah hilir Kecamatan Tabang, mencakup rute dari Desa Muara Ritan, Ritan Baru, Tukung Ritan, hingga Long Lalang menuju SMK Negeri 1 Kembang Janggut.

Kendaraan yang disediakan oleh Pemerintah Desa kini melayani wilayah tengah dan utara desa, mengisi kekosongan layanan transportasi bagi pelajar yang belum terjangkau program tersebut.

Bagi Ardy, langkah ini bukan sekadar soal kendaraan. Lebih dari itu, ini adalah bentuk nyata kepedulian pemerintah desa terhadap masa depan warganya.

“Selain memperhatikan keselamatan, biaya transportasi yang sebelumnya menjadi beban juga kini bisa dialihkan untuk kebutuhan pendidikan lainnya. Mudah-mudahan ini menjadi pemantik semangat belajar anak-anak kami,” tutupnya.

Melalui upaya gotong royong dan kebijakan yang berpihak pada pendidikan, Desa Muara Ritan membuktikan bahwa keterbatasan tak menjadi alasan untuk berhenti berjuang demi generasi yang lebih cerdas dan berdaya saing. (Fh/adv)

50 views 3 mins 0 Comments