
Boccia Jadi Andalan Kukar, Dispora Perkuat Pembinaan Atlet Disabilitas
KUTAI KARTANEGARA – Cabang olahraga boccia menjadi salah satu andalan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam mendulang prestasi olahraga, khususnya bagi atlet penyandang disabilitas.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, Aji Ali Husni, mengatakan boccia merupakan cabang olahraga yang masih membutuhkan pengenalan lebih luas di tengah masyarakat. Meski demikian, Kukar telah memiliki atlet-atlet yang mampu bersaing hingga tingkat nasional.
“Boccia ini kan olahraga yang memang perlu pengenalan lebih jauh. Boccia ini olahraga luar negeri sebenarnya. Saat ini untuk atlet anak-anak kita yang disabilitas, Alhamdulillah boccia Kutai Kartanegara ini selalu diunggulkan,” ujar Aji Ali Husni, Minggu (4/10/2026).
Menurutnya, atlet boccia asal Kukar selama ini menjadi salah satu kekuatan yang diandalkan dalam berbagai kejuaraan. Prestasi di tingkat nasional juga telah berhasil ditorehkan para atlet.
Aji Ali mengatakan capaian tersebut menjadi alasan bagi Dispora Kukar untuk terus memberikan dukungan terhadap pembinaan atlet disabilitas, khususnya pada cabang boccia.
“Kita selalu support kawan-kawan, anak-anak kita yang disabilitas untuk melakukan peningkatan prestasi, khususnya di boccia,” katanya.
Ia menjelaskan, pengembangan boccia di Kukar masih terus dilakukan. Salah satu langkah yang ditempuh yakni meningkatkan sumber daya manusia dengan menyiapkan pelatih khusus boccia.
“Kita juga sudah ada upaya untuk melakukan peningkatan SDM. Kita sudah ada pelatih boccia sendiri hari ini,” jelasnya.
Pembinaan atlet boccia juga dilakukan dengan menjaring atlet dari sejumlah kecamatan. Para atlet yang memiliki potensi kemudian dihimpun dan menjalani latihan bersama dalam program pembinaan NPC Kukar.
Aji Ali menyebut atlet boccia saat ini berasal dari sejumlah wilayah, di antaranya Tenggarong dan Loa Janan. Karena berasal dari berbagai kecamatan, keberadaan atlet boccia Kukar pun tersebar di sejumlah wilayah.
Untuk menunjang proses pembinaan, sejumlah atlet kini telah menjalani karantina dan bergabung di asrama. Sebagian besar atlet disebut telah berada dalam satu tempat untuk menjalani latihan secara lebih terarah.
“Saat ini sudah masuk di dalam asrama, sudah bergabung. Tinggal ada dua atau tiga atlet saja lagi yang saat ini belum bergabung,” ungkapnya.
Dukungan terhadap atlet disabilitas Kukar juga datang dari pihak lain. Pada kesempatan tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kukar bersama jajaran mengunjungi tempat pembinaan atlet NPC Kukar untuk melihat langsung aktivitas para atlet sekaligus berdiskusi mengenai perkembangan pembinaan.
Aji Ali menyebut Kejaksaan secara struktural memiliki peran sebagai bapak angkat NPC. Dalam kunjungan tersebut, jajaran Kejari Kukar juga turut mencoba olahraga boccia secara langsung.
“Pak Kejari tadi langsung mencoba bermain boccia. Komentar beliau, kelihatannya mudah, tapi ternyata susah,” ujarnya.
Menurut Aji Ali, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa boccia membutuhkan keterampilan dan teknik tersendiri. Hal itu sekaligus menjadi gambaran mengenai kemampuan para atlet Kukar yang mampu berprestasi di tingkat nasional.
Ia berharap dukungan dari pemerintah maupun berbagai pihak dapat terus diberikan sehingga pembinaan atlet disabilitas Kukar semakin berkembang dan prestasi boccia dapat dipertahankan.
“Alhamdulillah, anak-anak kita di tingkat nasional medalinya juga ada. Mereka menjuarai di tingkat nasional,” pungkas Aji Ali Husni.(Adv/wan)





