Foto: Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni

Dispora Kukar Siapkan Beragam Program untuk Tingkatkan Kapasitas Generasi Muda

KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mengembangkan berbagai program untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian generasi muda di daerah.

Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, mengatakan program kepemudaan yang dijalankan tidak hanya berfokus pada satu bidang, tetapi mencakup kewirausahaan, pendidikan, penguatan organisasi hingga peningkatan keterampilan.

“Kalau program di generasi muda di kepemudaan itu banyak. Kita di kewirausahaan, terus di pendampingan-pendampingan dalam masuk perguruan tinggi,” ujar Aji Ali Husni, Minggu (4/10/2026).

Menurutnya, Dispora Kukar juga memberikan pengenalan perguruan tinggi kepada generasi muda. Langkah tersebut dilakukan untuk membuka wawasan pemuda mengenai pilihan pendidikan tinggi di berbagai daerah di Indonesia.

Selain itu, pemerintah daerah turut memberikan fasilitasi sarana dan prasarana bagi pemuda yang bergerak di bidang kewirausahaan.

Program lainnya berupa pembekalan serta penguatan organisasi kepemudaan. Hal ini dinilai penting untuk membangun kapasitas pemuda agar mampu berperan aktif dalam lingkungan masyarakat.

Aji Ali menyebut sejumlah program kepemudaan yang dijalankan Kukar bahkan dinilai memiliki kekhasan dibandingkan daerah lain.

“Beberapa program yang saat ini muncul itu lebih banyak dari Kutai Kartanegara. Seperti kemarin ada Kapus Per, kemudian kita ada Binla TNI-Polri. Ini selama ini dilakukan dan sejauh ini hanya dilakukan oleh Pemerintah Kutai Kartanegara, tidak pernah dilakukan oleh kabupaten lain,” jelasnya.

Namun, menurut Aji Ali, pembinaan pemuda tidak dapat dilakukan pemerintah seorang diri. Karena itu, Dispora Kukar terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.

Kolaborasi tersebut melibatkan organisasi kepemudaan, perusahaan, BUMD maupun BUMN yang berada di daerah.

Selain itu, perangkat daerah di lingkungan Pemkab Kukar juga dilibatkan dalam penyusunan dan pelaksanaan program kepemudaan.

“Kita ini membina pemuda tidak bisa sendiri. Selain organisasi kepemudaan, juga termasuk pihak-pihak ketiga, perusahaan, kemudian BUMD, BUMN yang kita selalu gandeng. Secara ini juga seluruh OPD kita libatkan,” katanya.

Keterlibatan berbagai pihak tersebut, lanjutnya, diperlukan agar program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan generasi muda, terutama dalam menghadapi kebutuhan tenaga kerja terampil.

Menurut Aji Ali, kebutuhan tenaga terampil yang berasal dari masing-masing perangkat daerah dapat menjadi salah satu dasar dalam menentukan program pembinaan dan pengembangan pemuda.

“OPD-OPD yang saat ini membutuhkan tenaga terampil secara khusus ini perlu kita libatkan, karena dari data mereka kita nanti akan memberikan kesempatan membuat program-program yang langsung menyasar kepada mereka,” pungkasnya.(Adv/wan)

5 views 2 mins 0 Comments