Foto: Pelepasan Atlet O2SN Berkebutuhan khusus dan Pesonas 2026

Enam Atlet Disabilitas Kukar Bergabung dengan Kontingen Kaltim di Ajang Nasional

KUTAI KARTANEGARA – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Aji Ali Husni, melepas atlet berkebutuhan khusus yang akan mengikuti ajang olahraga tingkat nasional pada Senin (5/10/2026) lalu.

Sebanyak enam atlet disabilitas asal Kukar diberangkatkan untuk bergabung bersama kontingen Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang akan berlaga di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Aji Ali Husni mengatakan, keikutsertaan enam atlet tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap pembinaan olahraga bagi penyandang disabilitas.

“Alhamdulillah kita bisa memberangkatkan mereka. Dengan kondisi seperti ini, kita tetap masih bisa memberikan perhatian kepada anak-anak kita yang memiliki keterbatasan khusus,” ujar Aji Ali saat ditemui Kamis (8/10/2026).

Menurutnya, para atlet disabilitas Kukar tersebut masih memiliki peluang untuk menorehkan prestasi di tingkat nasional.

Karena itu, ia berharap keikutsertaan mereka dalam ajang tersebut dapat menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membawa nama baik daerah dan Provinsi Kaltim.

“Mereka ini sebenarnya kalau kita lihat dari peluang, masih berpeluang di tingkat nasional. Kita doakan saja, mudah-mudahan prestasi mereka masih bisa mengukir di tingkat nasional,” katanya.

Aji Ali menjelaskan, sebelum diberangkatkan, para atlet telah menjalani berbagai persiapan melalui pemusatan latihan atau training camp (TC) di masing-masing cabang olahraga (cabor).

Sejumlah cabor yang diikuti para atlet tersebut di antaranya renang, bulu tangkis, atletik dan catur.

Persiapan dilakukan secara mandiri dengan pendampingan dari para pelatih di masing-masing cabor. Selain itu, para atlet juga mendapatkan pembinaan secara intensif melalui Sekolah Luar Biasa (SLB).

“Kalau di olahraga itu mereka melakukan latihan TC di masing-masing cabor. Ada renang, kemudian bulu tangkis, atletik, catur, dan ada beberapa cabor yang mereka ikuti,” jelasnya.

Aji Ali menyebut, SLB menjadi salah satu pusat pembinaan dasar bagi para atlet berkebutuhan khusus tersebut. Karena itu, latihan juga terus dilakukan di lingkungan sekolah dengan pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing atlet.

“Persiapan mandiri dengan didampingi para pelatih kita di cabor. Kemudian mereka juga intens melakukan persiapan di SLB, yang memang pusat basic mereka ada di SLB,” ungkapnya.

Dengan rangkaian persiapan tersebut, Aji Ali memastikan para atlet telah berada dalam kondisi siap untuk mengikuti pertandingan ketika diberangkatkan.

“Alhamdulillah, pada saat berangkat mereka sudah siap bertanding di lokasi pertandingan yang ada,” pungkasnya.(Adv/wan)

4 views 2 mins 0 Comments