
Kegiatan Perkemahan Sabtu Minggu Gabungan di Desa Selerong, Kecamatan Sebulu
KUTAI KARTANEGARA – Gerakan Pramuka di Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), tetap menjalankan berbagai program dan kegiatan meski berada di tengah keterbatasan anggaran.
Camat Sebulu, Edi Fahruddin, mengatakan aktivitas kepramukaan di wilayahnya hingga kini berjalan dengan baik. Kekompakan pengurus dan anggota menjadi salah satu faktor yang membuat kegiatan tetap terlaksana.
“Alhamdulillah, Pramuka di Sebulu semuanya berjalan dengan baik. Mereka kompak melaksanakan program,” ujar Edi Fahruddin, Sabtu (26/9/2026).
Ia menyebut, Pramuka Sebulu sebelumnya juga berhasil mencatatkan prestasi dalam penilaian kegiatan kepramukaan di tingkat Kabupaten Kukar. Bahkan, Sebulu pernah masuk sebagai kwartir ranting tergiat dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak menjadi alasan bagi anggota Pramuka untuk menghentikan kegiatan. Antusiasme anggota dan kekompakan para pengurus membuat berbagai program tetap dapat dijalankan sesuai kemampuan.
“Kalau Pramuka tidak mengenal minim anggaran. Kalau ada kegiatan, tetap dijalankan karena mereka senang melaksanakan kegiatan. Walaupun hanya ada minuman, yang penting mereka kompak semua,” katanya.
Edi menilai keberlangsungan kegiatan tersebut sangat bergantung pada semangat dan antusiasme anggota serta pengurus. Selama seluruh pihak tetap solid, kegiatan kepramukaan dinilai tetap dapat berjalan meski dengan dukungan anggaran yang terbatas.
Hal senada disampaikan Kepala Bidang Kepramukaan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, Nopan Solihin. Ia berharap keterbatasan anggaran tidak mengurangi aktivitas kepramukaan di seluruh wilayah Kukar.
“Kita sama-sama mengalami kondisi keterbatasan anggaran. Harapannya semua tetap melakukan proses kegiatan kepramukaan yang aktif. Kita lakukan semampunya dan kalau bisa saling mendukung melalui swadaya,” kata Nopan.
Menurutnya, dukungan pemerintah kabupaten terhadap kegiatan kepramukaan tetap ada, namun dalam kondisi anggaran yang terbatas. Karena itu, kegiatan di lapangan dapat disiasati melalui semangat gotong royong dan swadaya dari pengurus maupun anggota.
“Bantuan dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara memang terbatas, tetapi aktivitas dan kegiatan kepramukaan tetap bisa dijalankan tanpa menggunakan anggaran. Yang penting kita tetap solid di lapangan,” jelasnya.
Nopan juga menyoroti keberadaan Pramuka Peduli yang dinilai menjadi salah satu bukti bahwa gerakan Pramuka tetap aktif memberikan kontribusi kepada masyarakat.
Ia mencontohkan keterlibatan anggota Pramuka dalam membantu penanganan kebakaran dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Melalui Pramuka Peduli di masing-masing kwartir ranting, para anggota turun langsung membantu masyarakat tanpa menunggu dukungan anggaran pemerintah.
“Semangat mereka tetap kuat dan bagus di lapangan. Seperti saat terjadi karhutla atau kebakaran, Pramuka yang ikut membantu itu ada melalui Pramuka Peduli di masing-masing kwartir ranting. Mereka terjun langsung membantu tanpa harus diberi anggaran,” pungkasnya.(Adv/wan)





