Foto: Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni

Kukar Jadi Daerah yang Miliki Bidang Kepramukaan Khusus di Dispora

KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memiliki struktur khusus yang menangani pembinaan kepramukaan melalui Bidang Kepramukaan di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar.

Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, mengatakan keberadaan bidang tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memberikan ruang khusus bagi pembinaan gerakan Pramuka, mulai dari peserta didik hingga pembina dan pelatih.

“Memang secara struktur organisasi di OPD, sepengetahuan kami hingga saat ini, Kepramukaan itu yang memiliki bidang sendiri dalam struktur keorganisasian di Kepemudaan dan Olahraga itu baru ada di Kabupaten Kutai Kartanegara,” ujar Aji Ali, Selasa (29/9/2026).

Menurutnya, pembentukan Bidang Kepramukaan dilakukan dengan mengacu pada program pemerintah terkait pembinaan generasi muda, khususnya dalam pengembangan gerakan Pramuka.

Aji Ali menjelaskan, pembinaan kepramukaan memiliki cakupan yang luas. Tidak hanya berorientasi pada kegiatan peserta didik, tetapi juga mencakup pembinaan pembina, pelatih, sarana dan prasarana serta berbagai aktivitas kepramukaan.

“Karena memang kita menyusun mengacu kepada Kemendagri, Kemenkeu bahwa di situ ada program pembinaan kepada generasi muda khususnya di kepramukaan, maka dari itu kami buatlah Bidang Kepramukaan,” jelasnya.

Dengan adanya bidang khusus tersebut, menurut Aji Ali, pengelolaan program kepramukaan di lingkungan pemerintah daerah dapat dilakukan secara lebih terarah. Sementara pelaksanaan pembinaan di lapangan tetap dilakukan melalui kerja sama dengan Kwartir Cabang Pramuka Kukar.

Ia mengatakan pola tersebut memungkinkan pemerintah daerah dan organisasi kepramukaan memiliki pembagian peran dalam menjalankan pembinaan.

“Dari organisasi kepemerintahan (OPD) itu ada Dispora, maka di bawahnya ada Bidang Kepramukaan dan secara operasional di lapangan bekerja sama dengan Kwartir Cabang yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara,” katanya.

Aji Ali menilai pembinaan Pramuka tidak cukup hanya dengan memperbanyak kegiatan. Kualitas sumber daya manusia yang terlibat di dalamnya juga menjadi bagian penting yang harus diperhatikan.

Menurutnya, keberadaan pembina yang memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam mengelola gugus depan akan menentukan proses pembinaan peserta didik.

Karena itu, ia mendorong para pembina untuk tidak hanya menjalankan kegiatan secara rutin, tetapi mampu menciptakan aktivitas yang kreatif, menarik dan menantang bagi generasi muda.

“Kita harapkan pembina-pembina ini dalam mengolah selama membina gugus depannya harus lebih kreatif, mencari kegiatan-kegiatan yang menantang, menarik,” ujarnya.

Aji Ali mengatakan pendekatan tersebut penting agar Pramuka tetap menjadi wadah yang diminati generasi muda untuk belajar berorganisasi sekaligus mengembangkan kemampuan diri.

Ia juga berharap pembinaan yang dilakukan secara berjenjang dapat menghasilkan anggota Pramuka berkualitas, termasuk mereka yang mampu mencapai Pramuka Garuda.

Menurutnya, capaian Pramuka Garuda dapat menjadi salah satu tolok ukur untuk melihat hasil pembinaan yang dilakukan mulai dari gugus depan, Kwartir Ranting hingga Kwartir Cabang.

“Artinya pembinaan kualitas Pramuka itu pertama dilihat dari kita menghasilkan Pramuka Garuda itu yang sebaik mungkin, karena Pramuka Garuda ialah anggota Pramuka yang telah melewati seleksi yang sangat ketat,” pungkasnya.(Adv/wan)

8 views 3 mins 0 Comments