
Komunitas Sepeda Tumbuh di Kukar, Dispora Ingatkan Keselamatan di Jalan Raya
KUTAI KARTANEGARA – Aktivitas bersepeda di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berkembang, ditandai dengan bertambahnya komunitas sepeda dan meningkatnya aktivitas pesepeda di sejumlah ruas jalan, khususnya wilayah Tenggarong.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, Aji Ali Husni, mengatakan sepeda menjadi salah satu olahraga yang mudah diakses masyarakat karena relatif murah dan dapat dilakukan oleh berbagai kalangan.
“Khusus sepeda, memang sepeda ini olahraga yang murah, meriah, dan mudah. Dan juga sepeda ini dalam perkembangannya, khususnya di Kutai Kartanegara, sampai di kecamatan ini cukup pesat,” kata Aji Ali Husni, Sabtu (19/09/2026).
Menurutnya, perkembangan tersebut terlihat dari semakin banyaknya komunitas sepeda serta aktivitas pesepeda di jalan raya, baik pada siang maupun malam hari.
Ia menyebut sejumlah komunitas kerap bergabung dalam kegiatan bersepeda santai maupun bersepeda bersama pada malam-malam tertentu. Aktivitas itu berlangsung di sejumlah ruas jalan di Kukar, terutama di Tenggarong.
“Yang kedua, ukuran kedua adalah tingkat pesepeda-pesepeda di jalan raya ini cukup meningkat. Setiap harinya, bahkan setiap malam itu ada malam-malam tertentu banyak komunitas bergabung dalam sepeda untuk melakukan sepeda santai, sepeda gembira di wilayah jalan-jalan tertentu di Kutai Kartanegara, khususnya di Tenggarong,” ujarnya.
Peningkatan partisipasi masyarakat juga terlihat dalam sejumlah kegiatan bersepeda yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Kukar. Aji mencontohkan kegiatan jambore sepeda dan long ride dengan rute antarkecamatan.
Beberapa rute yang pernah digunakan antara lain Tenggarong–Kota Bangun, Tenggarong–Sanga-Sanga serta Kota Bangun–Kembang Janggut. Kegiatan tersebut diikuti banyak peserta dari masyarakat.
“Kami menganggap positif kegiatan itu, karena memang itulah yang menjadi sasaran pemerintah, bagaimana keterlibatan masyarakat terhadap dunia olahraga. Dan itu dilakoni oleh masyarakat di sini,” katanya.
Meski mendukung peningkatan aktivitas bersepeda, Aji Ali Husni mengingatkan pesepeda yang menggunakan jalan raya agar tetap memperhatikan keselamatan dan menghargai pengguna jalan lainnya.
Ia meminta pesepeda menjaga posisi yang aman saat berada di jalan, sehingga aktivitas bersepeda tidak mengganggu pengguna kendaraan lain maupun meningkatkan risiko kecelakaan.
“Jika nanti memang menggunakan jalan raya sebagai sarana untuk mereka bersepeda, kami mengingatkan pertama tetap jaga dan tetap hargai pengguna jalan yang ada seperti kendaraan roda dua, roda empat lainnya,” ujarnya.
Selain memperhatikan posisi di jalan raya, pesepeda juga diimbau menggunakan perlengkapan keselamatan. Helm perlu digunakan, sedangkan pesepeda yang beraktivitas pada malam hari diharapkan melengkapi kendaraannya dengan lampu dan tanda atau isyarat agar keberadaannya dapat diketahui pengguna jalan lain.
“Kalau malam mungkin tetap menggunakan lampu jika diperlukan, memang menggunakan tanda-tanda bunyi suara yang ditempel di sepeda masing-masing sehingga bisa memberikan sinyal atau isyarat kepada pengguna di jalan raya lainnya,” pungkasnya. (Adv/fi)





