
Sertifikat Pramuka Garuda Jadi Nilai Tambah untuk Melanjutkan Pendidikan
KUTAI KARTANEGARA – Sertifikat Pramuka Garuda tidak hanya menjadi bentuk penghargaan atas capaian peserta didik dalam kegiatan kepramukaan. Sertifikat tersebut juga dapat menjadi salah satu nilai tambah dalam proses seleksi pendidikan ke jenjang berikutnya.
Kepala Bidang Kepramukaan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Nopan Solihin, mengatakan peserta didik yang telah memperoleh predikat Pramuka Garuda memiliki peluang untuk mendapatkan prioritas dalam sejumlah proses penerimaan pendidikan.
Menurutnya, hal tersebut termasuk dalam penerimaan peserta didik dari jenjang SD ke SMP maupun SMP ke SMA, dengan sertifikat Pramuka Garuda dapat menjadi salah satu poin tambahan dalam proses seleksi.
“Misalnya dari SD mau ke SMP atau SMP mau ke SMA, dia sebagai Pramuka Garuda dan memiliki sertifikat, itu bisa diprioritaskan. Sama seperti prestasi lainnya, sertifikat itu menjadi poin tambahan,” ujar Nopan, Jum’at (25/9/2026).
Ia menjelaskan, sekolah pada dasarnya membutuhkan peserta didik yang memiliki prestasi dan potensi untuk dikembangkan. Karena itu, berbagai capaian di luar akademik, termasuk kepramukaan dan olahraga, dapat menjadi pertimbangan dalam proses penerimaan.
“Sekolah mencari bibit-bibit yang bagus. Kalau dia pernah juara di bidang olahraga atau memiliki prestasi lainnya, itu bisa menjadi poin utama atau poin penunjang,” jelasnya.
Selain penerimaan di sekolah, Nopan menyebut prestasi Pramuka Garuda juga mulai mendapat perhatian dalam proses masuk perguruan tinggi maupun sekolah kedinasan.
Ia mencontohkan, Universitas Mulawarman disebut telah memberikan perhatian terhadap pemegang sertifikat Pramuka Garuda, termasuk peluang mendapatkan prioritas dalam penerimaan tanpa melalui tes tertentu, sesuai dengan ketentuan dan kerja sama yang berlaku.
“Dari Universitas Negeri Mulawarman, kalau tidak salah, yang memiliki sertifikat Pramuka Garuda dan sudah lulus SMA bisa diperhitungkan untuk mendapatkan prioritas tanpa tes lagi,” katanya.
Meski demikian, Nopan menegaskan bahwa sertifikat Pramuka Garuda bukan satu-satunya faktor dalam proses seleksi. Setiap lembaga pendidikan maupun sekolah kedinasan tetap memiliki persyaratan dan indikator penilaian masing-masing.
“Sekolah kedinasan mulai melihat ke situ. Cuma banyak unsur lain yang dinilai, misalnya fisik, tinggi badan, dan poin-poin penunjang lainnya. Jadi sertifikat Pramuka Garuda ini sifatnya sebagai nilai tambahan,” ungkapnya.
Selain jalur pendidikan, penghargaan terhadap Pramuka Garuda juga dapat diwujudkan melalui dukungan beasiswa. Nopan menyebut program beasiswa bagi anggota Pramuka Garuda juga telah mendapat perhatian.
“Beasiswa juga begitu. Kemarin beasiswa Pramuka Garuda kemungkinan juga sudah didapatkan. Jadi sudah mulai mendapat perhatian,” pungkasnya.
Dengan berbagai peluang tersebut, predikat Pramuka Garuda diharapkan tidak hanya menjadi pencapaian dalam kegiatan kepramukaan, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi peserta didik dalam melanjutkan pendidikan dan mengembangkan potensi mereka.(Adv/wan)





