
Pemdes Ponoragan Dorong Pemuda Bangkit Lewat Penguatan Karang Taruna
NalaRNusantara-Kukar; Di tengah semangat pembangunan desa yang inklusif dan partisipatif, Pemerintah Desa Ponoragan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mulai menaruh perhatian lebih terhadap peran strategis pemuda.
Melalui penguatan organisasi Karang Taruna, Pemdes berharap dapat menumbuhkan generasi muda yang aktif, berdaya saing, dan siap mengambil bagian dalam proses pembangunan sosial.
Kepala Desa Ponoragan, Sarmin, mengungkapkan bahwa struktur Karang Taruna di desanya sebenarnya sudah terbentuk secara lengkap. Pengurus dan sejumlah divisi seperti olahraga, seni, hingga keagamaan telah ada, namun ia mengakui bahwa roda organisasi belum berjalan secara maksimal.
“Kegiatan Karang Taruna jujur belum sesuai harapan saya. Saya ingin pemuda lebih aktif dan punya peran besar,” ucap Sarmin saat diwawancarai pada Rabu (4/6/2025).
Menurutnya, potensi generasi muda di desanya sangat besar. Sayangnya, kesibukan individu masing-masing anggota menjadi tantangan yang belum sepenuhnya teratasi. Hal ini membuat beberapa program kerja Karang Taruna masih berjalan dengan keterbatasan.
Namun demikian, Sarmin tidak kehilangan harapan. Ia menegaskan bahwa Pemdes tetap berkomitmen mendukung penuh setiap inisiatif Karang Taruna yang bertujuan untuk membangun kapasitas anak muda serta memberi manfaat bagi masyarakat secara luas.
“Prinsip saya, sepanjang program kerja itu untuk masyarakat dan kemajuan pemuda, saya dukung. Karena generasi muda ini penerus kita semua,” tuturnya.
Ia menilai, regenerasi kepemimpinan harus dimulai sejak dini dan tidak bisa ditunda.
Saat ini, Karang Taruna Ponoragan telah memiliki sekitar 20 anggota aktif. Walaupun jumlahnya belum besar, Sarmin melihat ini sebagai langkah awal yang penting untuk terus dikembangkan.
Ia berharap ke depan akan lebih banyak pemuda yang tertarik dan berani mengambil peran dalam kehidupan desa.
“Alhamdulillah, walau belum maksimal, mereka sudah mulai tampil. Jangan sampai pemuda cuma jadi penonton. Harus bisa bersaing dan menunjukkan peran,” ujarnya.
Upaya ini juga mendapat dukungan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar. Melalui program peningkatan kapasitas organisasi kepemudaan, DPMD berkomitmen melahirkan kader-kader muda yang kreatif dan responsif terhadap tantangan zaman.
Sarmin menutup dengan pesan penuh optimisme. Ia percaya bahwa penguatan peran pemuda di desa harus dilakukan secara konsisten dan membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak.
“Prosesnya mungkin tidak instan, tapi kalau konsisten, hasilnya akan terasa besar bagi kemajuan desa,” tandasnya. (Fh/adv)





