
Sinergi Mengawal Demokrasi, Bawaslu Balikpapan Rancang Kolaborasi Bersama Muhammadiyah
NALARNUSANTARA-BALIKPAPAN, 17 APRIL 2026 – Menyadari bahwa pengawasan pemilu adalah kerja besar yang membutuhkan keterlibatan semesta, Bawaslu Kota Balikpapan terus melangkah melakukan konsolidasi demokrasi. Kali ini, jajaran Bawaslu menyambangi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Balikpapan untuk membangun sinergi strategis menyongsong agenda besar Pemilu dan Pilkada mendatang.
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian maraton konsolidasi Bawaslu ke berbagai lini, mulai dari pemerintahan, stakeholder terkait, hingga organisasi kemasyarakatan. Langkah ini menjadi penegasan bahwa dalam menjalankan mandatnya, Bawaslu tidak bisa berjalan sendirian di tengah kompleksitas dinamika politik.
Anggota Bawasku Kota Balikpapan, Agus Sudirman menekankan bahwa konsolidasi ini adalah upaya menjemput bola demi memastikan seluruh elemen masyarakat memiliki frekuensi yang sama dalam mengawal keadilan pemilu. Sinergi dengan Muhammadiyah sebagai salah satu pilar besar masyarakat dipandang sangat krusial untuk memperluas jangkauan pengawasan partisipatif.
“Bawaslu tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan mata dan telinga dari seluruh elemen masyarakat. Konsolidasi ini adalah bukti komitmen kami untuk membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya, demi memastikan demokrasi kita tetap sehat dan bermartabat,” ungkap Agus Sudirman, Anggota Bawaslu Balikpapan.
Gayung bersambut, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Balikpapan menyatakan komitmennya untuk ikut mengawal proses demokrasi. Muhammadiyah menilai bahwa sistem pemilu yang kian rumit menuntut pengawasan yang lebih ketat dan terukur agar tidak terjadi penyimpangan.
Muhammadiyah menegaskan dukungannya terhadap Bawaslu sebagai garda terdepan penegak keadilan pemilu. Bagi Muhammadiyah, menjaga kualitas pemilu adalah bagian dari tanggung jawab moral untuk memastikan kepemimpinan bangsa lahir dari proses yang jujur dan adil.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan hangat tersebut, Bawaslu Balikpapan mengharapkan adanya kolaborasi yang lebih terstruktur melalui perjanjian kerja sama atau Memorandum of Understanding (MOU).
Kerja sama ini nantinya diharapkan mampu melahirkan program-program edukasi politik yang menyasar warga persyarikatan maupun masyarakat umum. Dengan adanya landasan formal, kolaborasi antara pengawas pemilu dan elemen masyarakat sipil seperti Muhammadiyah akan menjadi benteng kokoh dalam meminimalisir pelanggaran serta menjaga integritas pesta demokrasi di Kota Beriman.





