Perkuat Benteng Toleransi, Bawaslu Balikpapan Gandeng FKUB Lawan Arus Hoaks dan Isu SARA

NALARNUSANTARA-BALIKPAPAN, 7 APRIL 2026 – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Balikpapan kembali memperluas jangkauan konsolidasi demokrasinya dengan menyambangi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Balikpapan pada Sekasa (7/04/2026). Kunjungan strategis ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk membentengi masyarakat dari paparan berita bohong (hoaks) serta politisasi isu Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) yang kerap meningkat intensitasnya menjelang pelaksanaan Pemilu dan Pilkada.

Dalam pertemuan tersebut, Bawaslu menekankan bahwa peran FKUB sangat vital sebagai jangkar kedamaian di tengah keberagaman masyarakat Kota Balikpapan. Isu SARA dan hoaks dinilai memiliki keterkaitan yang sangat erat, di mana sentimen keagamaan sering kali dipolitisasi melalui informasi palsu untuk memicu polarisasi dan emosi publik. Oleh karena itu, Bawaslu memandang perlu adanya kesepahaman bersama dengan para tokoh lintas agama untuk memastikan tempat ibadah dan lingkungan keagamaan tetap menjadi ruang yang sejuk dan bebas dari praktik kampanye hitam yang memecah belah.

Anggota Bawaslu Balikpapan, Ahmadi Azis menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah langkah kunci dalam menjaga stabilitas kota. “Kami menyadari bahwa Bawaslu tidak bisa bekerja sendiri dalam meredam gejolak di akar rumput. Isu SARA sering kali menjadi ‘bahan bakar’ yang sangat cepat membakar emosi warga jika dibalut dengan hoaks. Oleh karena itu, sinergi dengan FKUB adalah upaya kami untuk memastikan bahwa nilai-nilai agama digunakan untuk mempersatukan, bukan memecah belah demi kepentingan politik sesaat,” ujarnya di sela-sela diskusi.

Senada dengan hal tersebut, pihak FKUB Balikpapan menyambut hangat inisiatif ini sebagai bentuk tanggung jawab moral bersama. “FKUB berkomitmen untuk menjadi filter informasi bagi umat. Kami akan terus menyerukan agar mimbar-mimbar agama digunakan untuk menyampaikan pesan damai dan edukasi politik yang cerdas. Kita harus berani menolak segala bentuk politisasi SARA karena kerukunan yang telah kita bangun bertahun-tahun di Balikpapan jauh lebih berharga daripada kontestasi politik,” ungkap Ketua FKUB.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, Bawaslu Balikpapan berencana untuk mengintegrasikan pesan-pesan pengawasan partisipatif ke dalam forum-forum lintas agama yang dikelola oleh FKUB. Dengan semangat konsolidasi ini, Bawaslu berharap pesta demokrasi mendatang tidak hanya sukses secara prosedural, tetapi juga mampu menjaga persatuan dan kesatuan warga Balikpapan. Sinergi ini menjadi bukti nyata bahwa pengawasan pemilu bukan hanya tanggung jawab lembaga formal, melainkan gerakan bersama seluruh elemen bangsa untuk menjaga marwah demokrasi dari ancaman disinformasi.

5 views 2 mins 0 Comments